May, 2015

now browsing by month

 

Pertandingan Futsal Dokar Vs DKK Berlangsung Heroik

DSC_24461

Pertandingan Futsal Dekan Cup Fakultas Sastra yang berlangsung malam hari (27/5) antara tim Dosen Karyawan (Dokar) dan tim Dewan Kesenian Kampus (DKK) berlangsung sangat heroik. Dua gol dari tim Dokar tercipta di menit 9 dan 13 oleh prayit dan radit sedangkan gol balasan dari tim DKK pada menit ke 29 dengan tendangan kirinya ahmad. Gol heroik ketiga diiringi salto berkali-kali oleh Rifai membuat tepukan meriah ratusan pasang mata mahasiswa dan karyawan yang hadir malam itu. Duo Manager tim Dokar, Joni dan Jazz Heru mengaku bangga dan senang atas permainan anak didiknya. Walaupun kami jarang berlatih tetapi kami bangga atas permainan teman-teman tim Dokar yang kompak dan cepat mengambil kesempatan untuk mencetak gol, kata Joni.

Pertandingan berakhir setelah peluit panjang wasit dengan skor 4-2 dimenangkan tim Dokar.

Pertandingan Futsal Dekan Cup ini dipersembahkan oleh FORSA, kata Arif sang ketua pelaksana. Pertandingan yang dilombakan ada 4 cabang olah raga yaitu Voly, Futsal, Bulutangkis dan Catur, lanjut Arif, mahasiswa angkatan 2013. Arif hanya memutuskan untuk melaksanakan 2 pertandingan saja yaitu Futsal dan Bulu Tangkis. Pertandingan Futsal ini diikuti oleh 9 tim, terang Arif.

Sementara pertandingan antara tim Sastra Indonesia 2012 dengan tim Sastra Inggris yang berjuluk Tendangan Macan berakhir 2-1. Tim Tendangan Macan harus mengakui kekalahan setelah kalah gol 1-2. Kedua tim saling menyerang dan beradu kecerdikan dalam mengolah si bola bondar itu dilapangan futsal Fakultas Sastra Universitas Jember. (/bob)

Praktek Kerja Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film

pkl1

Kegiatan rutin mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (PSTF) dalam menumbuh kembangkan daya kreatifitas diperlukan penerjunan langsung ke tempat-tempat produksi, penyiaran dan studio televisi yaitu Praktek Kerja Lapangan (PKL). Praktek PKL PSTF tahun ini dilaksanakan mulai tanggal 25-29 Mei 2015 ke Jakarta dengan mengunjungi stasiun televisi dan siarannya di TVOne dan Metro TV.

Pendamping PKL program studi Televisi dan Film, Fajar, S.Sn, M.Sn tampak sedang menerima cinderamata berupa buku penyiaran dari jaringan penyiaran Televisi Republik Indonesia.

Pertanyaan Siswa MAN 1 Jember pada Kunjungan ke Fakultas Sastra

DSC_2413

Ada yang spesial dari kunjungan siswa-siswi Madrasal Aliyah Negeri (MAN) 1 Jember saat berkunjung ke Fakultas Sastra Universitas Jember. Banyak pertanyaan yang mereka lontarkan terkait dengan persyaratan dan proses perkuliahan di Fakultas Sastra. Beberapa pertanyaan yang sempat terekam adalah:

  1. Apa syarat utama bagi kami untuk bisa menjadi mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (PSTF)
  2. Bagaimana lulusan Sastra Inggris, Sastra Indonesia dan Ilmu Sejarah dalam mencari kerja
  3. Apakah bila kami menjadi mahasiswa Ilmu Sejarah harus mempelajari sejarah kemerdekaan atau apa keunggulan dari menjadi mahasiswa Ilmu Sejarah.
  4. Apakah kita masih membutuhkan pelajaran Bahasa Indonesia? lalu bagaimana lulusan Sastra Indonesia?
  5. PSTF memberlakukan tugas akhirnya bisa dengan skripsi atau karya, sedangkan untuk membuat karya seperti film itukan pembuatannya berkelompok, seperti apa yang dimaksud dengan karya sebagai pengganti skripsi itu? padahal tugas akhir itu yang kami tahu sifatnya perorangan bukan kelompok.
  6. Apakah di Ilmu Sejarah kita bisa mempelajari dan menerapkan ilmu perekonomian?

Drs. Hary Kresno Setiawan, MM, menjawab pertanyaan syarat untuk menjadi mahasiswa PSTF yang utama adalah lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) baik melalui jalur Seleksi Nasional (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama (SBMPTN), kemudian yang tidak kalah penting adalah tidak buta warna, karena setiap mahasiswa akan dituntut untuk bisa mengolah warna melalui mata kuliah nirmana, photografi, produksi, studio dll. Dipertegas oleh Hary Kresno, sangat disayangkan bila hasil produksi film dan gambar pada akhirnya menghasilkan karya yang hitam putih saja. Ditambahkan oleh Denny Antyo, S.Sn, M.Sn selain dari tidak buta warna, calon mahasiswa PSTF dibutuhkan kreatif dan kerjasama yang baik.

Terkait dengan skripsi yang berupa karya, seperti membuat film atau produksi, Denny menjelaskan bahwa tugas akhir mahasiswa bisa dilakukan dengan spesifikasi keilmuan yang diambil oleh mahasiswa dalam penyusunan tugas akhirnya, contohnya bisa mengambil peran sebagai sutradaranya, bisa sebagai koreografernya, bisa sebagai penaskahannya, bisa sebagai lightingnya, bisa sebagai fotografernya dll. Karya yang dimunculkan oleh setiap mahasiswa dalam tugas akhirnya terfokus pada satu keahlian yang mereka kehendaki.

Ketua program studi Sastra Inggris, Supiastutik menitikberatkan kepada penggunaan bahasa Inggris sangat diprioritaskan kepada siapapaun untuk mendapatkan sarana beasiswa yang sekarang ini banyak diberikan kepada mahasiswa baik program beasiswa dalam negeri terlebih luar negeri, banyak alumni Sastra Inggris yang selain dapat melanjutkan di Luar Negeri karena kemampuan bahasa Inggrisnya juga banyak yang bekerja di lintas keahliannya, seperti menjadi diplomat, menjadi guru, bekerja di perbankan, bekerja di instansi-instansi lainnya, tidak seperti lulusan Bahasa Inggris yang memang lebih ke arah menjadi guru walaupun ada juga yang bekerja di bank dan lainnya. Supiastutik dan Riskia juga berbagi bahwa mempelajari Sastra Inggris cakupan ilmunya lebih luas, disamping semua keilmuan yang dipelajari berbahasa Inggris juga diajari berbagai bahasa seperti Perancis, Jepang, Jerman, dll. Bahasa menjadi penting bila kita mau keluar negeri, tegas Supiastutik.

Dra. Sri Ningsih, MS, ketua program studi Sastra Indonesia memaparkan bahwa jangan dikira karena kita orang Indonesia sudah pandai dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional masih sangat luas dibutuhkan dalam setiap event baik skala domestik maupun Internasional, bahkan Bahasa Indonesia sesuai dengan kesepakatan KTT ASEAN akan dijadikan salah satu bahasa komunikasinya. Kita bukan hanya bangga mempelajari Bahasa Indonesia, lulusan Sastra Indonesia disamping dapat berbahasa Indonesia sesuai dengan EYD, mereka lebih banyak berkiprah sebagai editorial media baik koran, televisi maupun sebagai wartawan, reporter termasuk juga seperti Sastra Inggris, cakupan keilmuannya dapat diterima di semua lapisan pekerjaan yang ada, alumni kami ada yang bekerja di Bank, di dinas sosial, departemen dalam negeri, bahkan ada yang ada di departemen luar negeri. Materi pembelajaran sebagai salah satu unggulan yaitu editing, photografi, jurnalistik, dls.

Ketua program studi Ilmu Sejarah, Drs. Nawiyanto, MA. Ph.D membuka wawasan kepada siswa-siswi MAN1 Jember, bahwa menjad seorang sejarawan atau ahli sejarah atau lebih sempatinya lagi menjadi lulusan Ilmu Sejarah itu tidak sesempit hanya mempelajari Sejarah semata. Nawiyanto menceritakan kisah perjalanannya menjadi seorang dosen di program Ilmu Sejarah. Ketika awal saya belajar ilmu sosial saya sudah tertarik dengan sejarah walaupun ilmu akuntansi saya juga lebih bagus, terang Nawiyanto yang lulusan Australia program pascasarjana dan doktornya di Sejarah. Ketika saya SD saya ingin menjadi guru SD, ketika saya SMP saya ingin lebih meningkat untuk menjadi guru SMP, begitu saya SMA guru saya bilang kamu akan lebih baik lagi daripada menjadi guru SMA. Walaupun nilai akuntansi saya 10 saya lebih memilih untuk masuk di Perguruan Tinggi dan mengambil Ilmu Sejarah di Universitas Gadjah Mada, tegas Nawiyanto. Mempelajari ilmu sejarah itu lebih daripada hanya mempelajari sejarah masa lampau, masa kemerdekaan, atau masa revolusi saja, tetapi lebih dari itu. Makanya kenapa di universitas manapun mata kuliah Pengantar Ilmu Sejarah, Metode Sejarah, Filsafat Sejarah selalu dipelajari. Hal ini kita bisa menggali sejarah dari siapapun melalui metode menggali memeri dari perjalanan hidup dan kenangan hidup seorang tokoh, budayawan, politikus, dls. Boleh jadi kita juga bisa menjadi pelaku sejarah dizamannya. (/bob)

 

63 Siswa MAN 1 Jember Mengadakan Kunjungan ke Fakultas Sastra

IMG_4334

Sebanyak 63 siswa kelas XI jurusan bahasa dan 5 guru pembimbing dari MAN 1 Jember mengadakan kunjungan untuk belajar tentang program studi yang berada di lingkungan Fakultas Sastra Universitas Jember, khususnya Program Studi Televisi dan Film (PSTF). Dalam sambutannya Dekan Fakultas Sastra Universitas Jember Dr. Hairus Salikin, M.Ed. menyambut baik kedatangan para siswa-siswi kelas 9 dan 10 untuk belajar dan memperoleh informasi terkait dengan program studi-program studi yang terdapat di Fakultas Sastra,seperti Program Studi Ilmu Sejarah, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Televisi dan Film. Perlu diketahui bahwa animo calon mahasiswa untuk memasuki Program Studi Televisi dan Film sangat tinggi, bahkan bisa bersaing dengan Fakultas Kedokteran.

Sementara itu, perwakilan guru pembimbing dalam sambutannya mengutarakan maksud kedatangan para siswa-siswa MAN 1 Jember ini terkait dengan keinginan untuk mengetahui proses-proses pembelajaran dalam teknologi media, khususnya audiovisual di Program Studi Televisi dan Film (PSTF) karena saat ini teknologi informasi sedang ngetrend. Sehingga para siswa-siswa memiliki wawasan dan pengetahuan untuk melanjutkan studi S1 di Program Studi Televisi dan Film. Selain itu juga ada pemarapan informasi dari jurusan lainnya, seperti Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan Ilmu Sejarah.

Presentasi di awali dari Ketua Jurusan Ilmu Sejarah Drs. Nawiyanto, M.A.,Ph.D. yang memaparkan beberapa informasi terkait dengan Jurusan Ilmu Sejarah, baik visi dan misi, matakuliah keahlian, matakuliah pendukung dengan fasilitas yang dimiliki seperti laboratorium videografi sejarah, termasuk juga dumber daya pengajar. Setelah Jurusan Ilmu Sejarah, presentasi kemudian dilanjutkan Jurusan Sastra Indonesia yang disampaikan oleh Dra. Hj. Sri Ningsih, M.S. dan IMASIND yang dipaparkan oleh ketua IMASIND Agus Sholeh tentang sejarah, kurikulum keahlian, sumber daya staff pengajar, dan orientasi output dari para lulusan Jurusan Sastra Indonesia. Sedangkan Agus Sholeh lebih pada pemaparan organisasi dan program kerja unggulan dari IMASIND, seperti teater akbar, arisan seni, wisata ilmiah, pekan raya, bhakti sosial, termasuk beberapa prestasi-prestasi yang ditorehkan oleh IMASIND. Presentasi selanjutnya disampaikan oleh Dra. Supiastutik, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Sastra Inggris yang menyampaikan materi terkait dengan kompetensi, prestasi, kegiatan, dan kurikulum. Termasuk juga tentang kiprah para alumni yang menduduki posisi strategis baik di pemerintahan, media, maupun swasta.

Program Studi Televisi dan Film (PSTF) menyampaikan beberapa informasi penting terkait dengan matakuliah dan kompetensi dari keahlian terkait dengan kemampuan dalam media audiovisual, seperti penulisan naskah fiksi dan non fiksi, sinematografi, tata artisitik, editing, ilmu komunikasi, fotografi, videografi dokumenter, estetika, presenter, jurnalistik televisi, praktika terpadu dalam bidang variety show dan film fiksi. Pemaparan disampaikan oleh Drs. Hary Kresno Setiawan, M.M. dan Denny Antyo Hartanto, S.Sn.,M.Sn. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab antara siswa-siswa dengan para pemateri. (BAK)

Mahasiswa PSTF Produksi Film Fiksi Horor “Oncer”

Selasa, 12 Mei 2015

Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (PSTF) Angkatan 2012 memperoduksi film cerita fiksi genre horor berjudul “Oncer”. Film ini mengisahkan tentang tusuk konde seorang penari Bali, yang dibunuh oleh sahabatanya. Kemudian penari Bali ini akan muncul menjadi hantu cantik apabila orang yang memperlakukan tusuk konde dengan baik. Namun, apabila orang memperlakukan tusuk konde “oncer” dengan tidak baik, maka akan muncul hantu Penari Bali dengan wajah yang menyeramkan. Cerita fiksi film ini diawali dengan kedatangan pasangan suami istri di rumah yang baru. Di rumah tersebut sang istri menemukan tusuk konde yang ternyata miliki seorang penari Bali yang meninggalk dunia karena dibunuh oleh sahabatnya.

Kegiatan produksi film fiksi bergenre horor “Oncer” ini merupakan bagian dari mata kuliah Praktika Terpadu 02 yang salah satu output dari proses pembelajarannya adalah menghasilkan produk film fiksi. Semua produksi dilakukan oleh mahasiswa, baik dari penulisan skenario, kameramen, produser, sutradara, asisten sutradara, audio, lighting, tata rias dan tata aristik. Mata kuliah praktika terpadu merupakan aplikasi dari keseluruhan teori maupun praktik dari beberapa mata kuliah, seperti Penulisan Naskah Film Fiksi, Penyutradaraan, Tata Cahaya dan Tata Suara, Tata Artistik, Keaktoran.

“Praktika Terpadu yang keluarannya berupa film fiksi, bagi mahasiswa meningkatkan kemampuan dan ketrampilan tidak saja dari sisi sinematografi, melainkan juga softskill terkait dengan bagaimana bekerjasama secara kelompok,  mengatasi masalah yang muncul, belajar kreatif bersama-sama. Pada saat produksi film horor “Oncer” kendala utama itu berkaitan dengan urusan teknis, seperti lampu dan properti. Karena kami harus mencari lokasi rumah yang berarsitektur Bali. Akhirnya, kami menemukan rumah di daerah Ambulu. Shooting film ini kami lakukan selama 4 hari. Sebuah pengalaman yang menarik dan menyenangkan.” Ujar Binti Nurul Mukaromah yang didapuk dalam kelompoknya sebagai produser. (BAK)

SURAT TAK BERSAYAP [ BAMBANG ARIS KARTIKA – SKENARIO FILM PENDEK – 2014 ]

Sinopsis      :

Bambang Aris KKisah seorang anak perempuan yang meyakini bahwa cinta sang ayah adalah cinta yang sempurna, meskipun dirinya belum pernah melihat wajah ayahnya. Saat dalam kandungan sang ibu, sang ayah diculik dan dieksekusi di sebuah bukit. Mayatnya pun tidak dikubur melainkan di buang ke laut oleh rezim militer yang berkuasa. Ayah kinanti adalah seorang aktivis demonstrasi dan pergerakan demokrasi menuntut reformasi semasa mereka mahasiswa. Kinanti setiap waktu senantiasa berharap dan menanti sang ayah suatu saat akan datang menemuinya dan mengantarnya bersekolah. Untuk menunjukkan ungkapan rasa cinta dalam hatinya kepada sang ayah, Kinanti menulis dalam buku diarynya. Pada tahun ke delapan bertepatan dengan ulang tahun sang ayah, Kinanti menulis selembar surat. Kemudian surat tersebut dibawanya ke kantor pos. Sesampainya di kantor pos, Kinanti kebingungan menuliskan alamat sang ayah, karena memang dia tidak mengetahui alamat persis ke mana ayahnya berada. Ibunya sengaja menyembunyikan keberadaan dan kejadian yang menimpa ayahnya. Dan ternyata surat tersebut dikirimkan Kinanti kepada sang penguasa untuk menanyakan keberadaan ayahnya. Surat yang dikirimkannya kebetulan di terima oleh istri penguasa. Istri penguasa lalu membaca dan menangis mendekap surat tersebut sembari menatap sang penguasa yang sedang bermain dengan anak dan cucu-cucunya.

TREASURE

Stocklist suasana demontrasi mahasiswa menuntut turunnya rezim Orde Baru. Tampak terjadi konflik fisik antara mahasiswa dengan aparat keamanan. Beberapa orang terluka dan kerusakan yang parah melanda fasilitas umum. Saling lempar batu dan semprotan air dari water canon menambah riuh susana demontrasi.

 

Ext. Jalan Raya. Malam

Suara dentang lonceng gereja berdentang beberapa kali. Sinar bulan temaram. Lampu jalan bersinar parau. Lengang. Dari kejauhan tampak sesosok laki-laki berlari dengan wajah berpeluh dan pandangan mata ketakutan. Bajunya basah oleh keringat dan kotor. Dengan tergesa-gesa sesekali dia menengok ke belakang. Setelah beberapa saat berhenti untuk mengambil nafas. Dia pun kembali berlari mengendap-endap di antara jalan-jalan gang dan rumah-rumah warga. Sunyi. Senyap. Bunyi jengkerik memekik.

CUT TO

Ext. Depan Pintu Rumah. Malam

Laki-laki itu mengetuk pintu dengan pelan-pelan. Daun pintu terkuak. Sepasang wajah perempuan muncul. Laki-laki pun masuk dan wajah perempuan menengok ke kanan-ke kiri untuk memastikan tidak ada orang yang mengikuti. Lalu daun pintu pun ditutup.

FADE IN

FADE OUT

Int. Kamar. Malam

Sepasang pemuda-pemudi saling memagut dan memadu kasih di atas ranjang. Lenguhan kenikmatan mengakhiri pergumulan mereka. Nafas yang terengah-engah masih terlihat dari keduanya. Pemuda itu mengambil sebatang rokok lantas menyalakan korek dan membakar rokoknya. Satu tarikan asap segera keluar dari mulutnya. Pemudi berbaring di sebelahnya sembari mengelus-elus dada laki-laki tersebut.

Baca selengkapnya disini

Hello world!

Welcome to Sastra Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!