Himpunan Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (HIMAFISI) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember resmi membuka forum baru bertajuk Club Diskusi Ngalur-Ngidul sebagai ruang belajar dan bertukar gagasan bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada dunia perfilman. Pertemuan perdana forum ini diselenggarakan pada Jumat (26/06/2026) di Pendopo Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember dengan mengangkat tema Film Dokumenter.

Pada diskusi perdana tersebut, HIMAFISI menghadirkan Bapak Muhammad Zamroni, S.Sn., M.Sn sebagai teman diskusi. Berbeda dengan konsep seminar atau kuliah umum, Club Diskusi Ngalur-Ngidul dikemas secara santai dan interaktif sehingga setiap orang yang hadir dalam forum diskusi ini dapat menyampaikan pandangan, pengalaman, maupun pertanyaan secara terbuka.
Diskusi diawali dengan pembahasan mengenai dasar-dasar film dokumenter, mulai dari teori yang digunakan dalam film, proses pencarian ide, penyusunan alur cerita, memaknai film dokumenter, tujuan pembuatan film dokumenter, hingga bagaimana sebuah dokumenter mampu merepresentasikan realitas melalui sudut pandang pembuat film. Peserta diskusi juga diajak memahami bahwa dokumenter bukan sekadar merekam kenyataan, tetapi juga menyusun narasi yang memiliki tujuan dan makna.
Selain membahas dokumenter, forum diskusi berkembang ke berbagai topik seputar dunia perfilman, termasuk perbedaan pendekatan antara film fiksi dan dokumenter. Beberapa film turut menjadi bahan diskusi, seperti Keramat, G30S/PKI, dan Samsara. Melalui contoh-contoh tersebut, forum ini bersama-sama mengupas bagaimana sebuah film membangun narasi, menyampaikan pesan, serta memengaruhi cara pandang penontonnya.
Sesuai dengan namanya, Club Diskusi Ngalur-Ngidul tidak membatasi pembahasan hanya pada teori perfilman. Pak Zamroni juga membagikan berbagai pengalaman pribadinya selama berkecimpung di dunia film dan di dunia pendidikan sebagai dosen. Pengalaman tersebut menjadi refleksi sekaligus pembelajaran bagi peserta diskusi mengenai proses berkarya, tantangan yang dihadapi, hingga pentingnya terus belajar dan beradaptasi dalam industri kreatif dan juga di lingkup sosial.
Menariknya, diskusi juga merambah pada persoalan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, khususnya Generasi Z. Berbagai keraguan, masalah, serta keresahan yang kerap dihadapi anak muda menjadi bagian dari obrolan, seperti berani mengambil keputusan, belajar memvalidasi diri sendiri tanpa terus-menerus merasa kurang, serta mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Melalui Club Diskusi Ngalur-Ngidul, HIMAFISI berharap dapat membangun budaya diskusi yang tumbuh secara alami, tidak hanya di ruang kelas atau forum resmi, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari, menjadi ruang inklusif bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar perspektif, serta memperluas wawasan, tidak hanya mengenai dunia film tetapi juga berbagai isu di sekitar. Sebab, kesenian lahir dari kenyataan dan dari kepekaan seseorang dalam memaknai kehidupan. Dengan suasana yang santai, forum ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar perspektif, mengasah daya kritis, serta menemukan inspirasi dalam proses berkarya di lingkungan Program Studi Televisi dan Film Universitas Jember.
Salam HIMAFISI: Kreatif, Muda, dan Energik!