Ciputra Film Festival menyapa UNEJ

CFF (Ciputra Film Festival) adalah festival film tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Media (FIKOM) Universitas Ciputra Surabaya. CFF hadir menyapa mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Televisi dan Film di Aula Sultan Takdir Alisjahbana, UNEJ.

CFF memberikan sosialisasi terkait festival film yang akan digelar. Dalam sesi pemaparan, tim Ciputra Film Festival mengajak mahasiswa untuk menelusuri perjalanan CFF dari tahun ke tahun. Dipaparkan bagaimana festival ini berkembang menjadi ruang apresiasi bagi sineas muda, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga umum.

CFF tidak hanya sekadar festival pemutaran film, melainkan sebuah ekosistem kreatif yang mencakup berbagai rangkaian kegiatan seperti screening, diskusi film, workshop, hingga sesi bersama para ahli di industri perfilman. Festival ini juga menjadi wadah bagi para filmmaker untuk membangun relasi terhadap dunia sinema.

After Movie : CFF dari Tahun ke Tahun

Setelah pemaparan, layar menampilkan after movie Ciputra Film Festival dari beberapa tahun terakhir. Potongan-potongan dokumentasi tersebut menampilkan suasana festival, keramaian screening dan diskusi hangat antara filmmaker dan penonton

Mosaic : Potongan yang Disusun Menjadi Gambar Utuh

Tahun ini, CFF menggotong tema Mosaic. Tema ini membawa filosofi yang cukup dalam, bahwa keindahan tidak selalu lahir dari kesempurnaan, melainkan dari potongan-potongan yang berbeda, bahkan terkadang retak dan tidak seragam. Dalam pemaparannya, tim CFF menekankan bahwa setiap cerita memiliki makna, selama disampaikan dengan kejujuran.

Mosaic mengajak para filmmaker untuk berani menunjukkan sisi paling personal dari diri mereka. Cerita yang diangkat tidak harus mengikuti tren, melainkan berangkat dari pengalaman nyata, luka, latar belakang, hingga proses yang seringkali tersembunyi.

Penayangan Film ‘Revi Siterusah’

Acara kemudian berlanjut ke sesi pemutaran film berjudul Revi Siterusah, menceritakan tentang seseorang yang menerima pekerjaan sebagai editor, namun terhalang dengan permintaan ambigu & tuntutan yang tidak masuk akal. Setelah pemutaran film, sesi dilanjutkan dengan apresiasi singkat. Mahasiswa diajak untuk mengemukakan pendapat mereka terhadap film yang telah ditonton.

Kegiatan sosialisasi ini bukan hanya sekadar penyampaian informasi, melainkan juga upaya untuk menumbuhkan semangat berkarya di kalangan mahasiswa. Dengan adanya CFF, mahasiswa tidak hanya memiliki target akademik, tetapi untuk menayangkan filmnya di tempat yang lebih luas. Ciputra Film Festival memberikan peluang bagi mahasiswa untuk keluar dari batas ruang kelas dan membawa karya mereka ke panggung yang lebih besar.

Salam HIMAFISI: Kreatif, Muda, dan Energik!