Samyatra merupakan pagelaran karya mahasiswa dari tugas film fiksi LITERMAFISI XIII yang menghadirkan berbagai cerita tentang pengalaman hidup manusia melalui medium film. Melalui pagelaran ini, karya-karya mahasiswa dipertemukan dengan penonton sebagai bagian dari proses pembelajaran dalam dunia sinema.
Nama Samyatra berasal dari dua kata, yaitu “Sam” yang berarti bersama atau dapat dimaknai sebagai samudra, dan “Yatra” yang berarti perjalanan. Secara makna, Samyatra menggambarkan perjalanan bersama para sineas muda dalam mengeksplorasi ide, pengalaman, serta cerita melalui film.
Pagelaran ini menghadirkan konsep visual bertema laut yang menggambarkan luasnya dunia sinema sebagai ruang eksplorasi. Ditemani oleh Safin, lumba-lumba yang melambangkan tiga unsur utama yaitu samudra, film, dan dolphin. Maskot ini menggambarkan semangat perjalanan kolektif para sineas muda yang bergerak bersama untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan karya.
Perjalanan Bersama Menuju Dunia Sinema
Layaknya sebuah perjalanan, setiap orang pasti melewati berbagai pengalaman dalam hidupnya. Melalui Samyatra, pengalaman-pengalaman tersebut dihadirkan dalam bentuk cerita film yang beragam. Setiap karya yang diputar membawa sudut pandang dan pesan yang berbeda, sehingga penonton dapat merasakan berbagai perjalanan kehidupan yang disampaikan oleh para pembuat film.
Samyatra menjadi ruang bagi sineas muda untuk menyampaikan ide, pengalaman, dan refleksi kehidupan melalui medium audiovisual. Dengan demikian, acara ini tidak hanya menjadi ajang penayangan karya, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan makna kepada penonton.
Mengarungi Samyatra
Melalui Samyatra, penonton diajak menyaksikan lima film dengan genre yang beragam.





- Si Bungsu – Riska (Horror)
Film ini mengisahkan Tama dan adiknya yang terlibat dalam sebuah konflik.
- Satu Piring Lagi – Dinda Cintantya Ratna P. (Fantasi)
Film ini menceritakan tokoh Raja yang dihadapkan pada situasi antara hidup dan mati
- Gigi Taring Tarung – Dinda Hana Syafitri (Komedi)
Film ini menggambarkan keseharian kakak beradik dengan berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
- Gerakan yang Hilang – Nazwa Alya Putri (Action)
Film ini mengikuti lika liku perjalanan Sabrina menjadi seorang atlet bela diri, namun tidak mendapatkan dukungan dari sang ibu untuk menggapai cita citanya.
- Kunci Rumah Tuhan – Moh. Firli Nanda (Religi)
Film ini mengangkat cerita tentang seorang pemegang kunci musholla yang dihadapkan dengan situasi sulit.
Arus Perjalanan Samyatra
Selain pemutaran film, Samyatra juga menghadirkan pameran karya mahasiswa yang meliputi tugas nirmana 2D, nirmana 3D, serta fotografi. Tak hanya melihat pameran, penonton juga diajak untuk berpartisipasi dengan memilih karya terbaik dari setiap kategori yang dipamerkan.

Pagelaran diawali dengan penayangan teaser dan behind the scene yang memperlihatkan perjalanan para kru selama proses produksi film. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menampilkan nama Production House dari Angkatan 25 yaitu Sequence 25. Dalam pagelaran Samyatra, beberapa film dengan genre yang beragam turut ditampilkan kepada penonton.
Melalui rangkaian kegiatan yang disajikan, Samyatra tidak hanya menjadi ajang penayangan film, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan proses belajar dan karya kreatif mereka. Melalui film-film yang ditampilkan, penonton dapat menyaksikan berbagai cerita dan pengalaman hidup yang berbeda.

Selamat, film kalian akhirnya sampai kepada penonton melalui pagelaran Samyatra. Perjalanan panjang mulai dari pengembangan ide, proses produksi, hingga akhirnya diputar di hadapan penonton menjadi bagian penting dalam langkah para sineas muda. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh kepanitiaan Samyatra yang telah bekerja keras dalam merancang dan menyelenggarakan acara ini. Melalui usaha dan perhatian terhadap setiap detail acara, Samyatra dapat terselenggara dengan baik dan memberikan pengalaman bagi para penonton. Semoga setiap cerita yang ditampilkan tidak hanya menjadi karya, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat dibawa pulang oleh para penonton dari perjalanan Samyatra, layaknya sebuah pelayaran yang membawa berbagai kisah di dalamnya.
With appreciation and credits to :
Nasywa Azora Naifa Fitriah – Ketua Panitia
Yasmin Khansa Ade Putri – Sekretaris
Dea Aulia Fajrani – Bendahara
Dayinta Dwiwana Apsari – Acara
Anisa Qurrotan Ratu Ayuni – Acara
Prasetyo Wahyu – Acara
Veryan Maulana Jumadi – Acara
Adek Surya Putera Sakti – Acara
Hawa Aliifah R.I – Hubungan Masyarakat
Putri Balqis K – Hubungan Masyarakat
Mohammad Helmi Syarif – Hubungan Masyarakat
Eva Nanda Aulya – Hubungan Masyarakat
Intania Putri Nuryani – PDD
Uswatun Hasanah – PDD
Tri Septiani Wulandari – PDD
Hanifa Azizatul Isma – PDD
Maulidya Elza Fiandatiar – Perlengkapan
Erzha Syifana Itsnaini – Perlengkapan
Maulidina Nur Anisa – Perlengkapan
Zikrul Fandyta Putra– Perlengkapan
Dimas Deva Dharmawan– Perlengkapan
Achmad Zulfany Azhar– Perlengkapan
Lexano Barkah Sogatus – Perlengkapan
Frandy Rulfiansyah – Artistik
Aliya Fajrina – Artistik
Zaki Fatturahman – Artistik
Diandra Rayyani Putri Wardana – Artistik
Safira Putri Zahrani – Artistik
Darin Auliya Putri – Artistik
Mahardika Cahya Ramadhan – Artistik
Amelia Amanda Priyanti – Konsumsi
Andinayu Nurulprima Aisyah – Konsumsi
Khalla Fidea Azzahra – Konsumsi
Febriana Nur Aini – Konsumsi
Moh Firli Nanda – Programmer
Dea Laysa Adelia – Liaison Officer
Hafizah Fitrah Apriana – Liaison Officer
Dinda Cintantya Ratna Paramudita – Liaison Officer
Baihaqi Aqila Satria Walady – Operator
Muhammad Rico Fauzi – Operator
Reva Dwi Septi Anggraeni – Usher
M Fatah Ilham Habibie – Usher
Dinda Hana Syafitri – Usher
Nasywa Talitha Nadhif – Usher
Azanur Laudza Nailir Raja – Usher
Riska – MC & Moderator
Tigas Pandeling Pande – MC & Moderator
Emilia Syyaidatul Kholidiyah – Front Officer
Chevanya Danadyaksa Purwojatmiko – Front Officer
Jullyandra Aryl Pratama – Liaison Officer
Salam HIMAFISI: Kreatif, Muda, dan Energik!
