Himpunan Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (HIMAFISI) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang sebesar-besarnya kepada seluruh kru film dokumenter Meniti Bambu: Jejak Egrang Tanoker atas prestasi membanggakan yang berhasil diraih pada ajang Historical Short Movie Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang. Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, film karya mahasiswa Program Studi Televisi dan Film Universitas Jember berhasil meraih penghargaan Best Cinematography.
Historical Short Movie Competition (HSMC) adalah kompetisi pembuatan film pendek berskala nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang (UM). Acara ini bertujuan untuk mengasah kreativitas pelajar dan mahasiswa sekaligus menjadi ruang eksplorasi sejarah melalui media visual.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Jember mampu menghasilkan karya audiovisual unggul secara teknis dan juga memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat. Melalui kualitas sinematografi yang ditampilkan, film Meniti Bambu: Jejak Egrang Tanoker berhasil bersaing dengan berbagai karya dari perguruan tinggi lain di Indonesia.
Film dokumenter ini mengangkat kisah Tarian Egrang Tanoker yang berkembang di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Egrang tidak hanya ditampilkan sebagai permainan tradisional semata, tetapi juga sebagai simbol pelestarian budaya, pendidikan karakter, pemberdayaan anak, serta media pembentukan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan dokumenter ekspositori, film ini berupaya menunjukkan bagaimana permainan tradisional yang sederhana dapat menjadi ruang tumbuh, belajar, dan berkembang bagi anak-anak.
Ketertarikan kru film ini terhadap Komunitas Tanoker bermula dari proses riset yang dilakukan melalui berbagai sumber, mulai dari data, artikel, hingga wawancara lapangan. Dari proses tersebut, mereka menemukan bahwa Tanoker memiliki cerita yang unik dan inspiratif. Nama Tanoker sendiri berarti “kepompong”, yang menggambarkan proses pertumbuhan dan perubahan. Berawal dari anak-anak yang gemar bermain egrang, komunitas ini kemudian berkembang menjadi rumah belajar bagi anak-anak, khususnya anak-anak dari keluarga buruh migran di Ledokombo.
Melalui film ini, mereka ingin menyampaikan bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu yang perlu dijaga keberadaannya. Tradisi juga dapat menjadi sarana transformasi yang mampu membangun pendidikan, memperkuat nilai sosial, memberdayakan masyarakat, serta menumbuhkan harapan bagi masa depan generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak, permainan tradisional seperti egrang hadir sebagai alternatif ruang interaksi yang sehat dan bermakna.
Kru film ini juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengikuti Historical Short Movie Competition dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa tema budaya yang mereka angkat memiliki relevansi yang kuat dengan tema kompetisi. Melihat peluang tersebut, mereka memberanikan diri untuk mengirimkan karya dan berkompetisi di tingkat nasional.
Keberhasilan meraih penghargaan Best Cinematography tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi seluruh kru. Selain menjadi pencapaian pribadi dan tim, prestasi ini juga menjadi kebanggaan karena dapat membawa nama Universitas Jember di tingkat nasional. Tidak hanya itu, penghargaan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya lokal Jember kepada khalayak yang lebih luas melalui media film dokumenter.
Seluruh kru dan HIMAFISI berharap prestasi yang diraih dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berani berkompetisi. Semangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas diharapkan mampu mendorong lahirnya prestasi-prestasi baru, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui capaian ini, mahasiswa Program Studi Televisi dan Film Universitas Jember kembali membuktikan bahwa karya audiovisual dapat menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus mengharumkan nama almamater. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal bagi lahirnya karya-karya inspiratif lainnya yang mampu membawa nama Universitas Jember semakin dikenal di kancah yang lebih luas.
Thanks to :
Al Hafidzin Solah – Produser
Sandi Bima Seta – Director & Scriptwriter
Putri Anggun Nur F – Tim Riset
Kenes Enjelina – Tim Riset & Sound Recordist
Rangga Bagustarama Putra M – Tim Riset & Dokumentasi
Rizqi Ridwan – Cameraman
Muhammad Septian Zulhamdhany – Cameraman, Drone Pilot, Editor
Salam HIMAFISI: Kreatif, Muda, dan Energik!
